Mencari kitab suci di sebrang


Hallo kawan,
Pada blog perdana saya akan merivew perjalanan saya ke pura Candi gumuk kancil , sebelum itu
pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang
Perkenalkan nama saya  pande putu ariana gunawan, biasa di panggil "Tuana" untuk info lebih lanjut bisa follow ig saya di ''@pande_tuana''

Saya akan menceritakan pengalaman saya di pura candi gumuk kancil, sebelumnya ada yang tau dimana pura gumuk kancil ? pura ini terletak di Dusun Wonoasih, Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Bannyuwangi, ini adalah salah satu tempat wisata spiritual yang patut dikunjungi bila kita lancong ke banyuwangi. Jaraknya sekitar 80 kilometer dari kota Banyuwangi ke arah barat.

    Saya berangkat bersama dengan rombongan keluarga besar pande suci tatasan kaliakah. Dari bali kita berangkat sekitar jam 5 dan sampai di pelabuhan gilimanuk sekitar jam 6 , pas ada pemandangan sunrise,  pemandangan dapat dilihat dari atas kapal















Akhirnya saya dan keluarga sampai di pelabuhan ketapang banyuangi sekitar jam 8, dan melajutkan perjalanan saya ke pura candi gumuk kancil, sesampainya saya di sana sekitaran jam setengah 10, dengan perjalanan yang jauh terbayarkan dengan indahnya pemandangan di beji dekat pura tersebut, sekitar 100 meter dari parkiran .Airnya sangat jernih, terasa seperti es dinginnya,  so cool. Disana pula terdapat tempat pengobatan

setelah membersihkan diri di beji, kami langsung menuju ke pura candi gumuk kancil, jaraknya sekitar 400 meter dari parkiran, berikut sejarah pembangunan candi dikutip dari http://phdi.or.id/artikel/candi-agung-gumuk-kancil 
Pembangunan Candi

Candi Agung Gumuk Kancil berdiri tegak di dataran tinggi Glenmore sekitar 400 meter dari permukaan air laut, tepatnya di Petilasan Maha Rsi Markendya di Dusun Wonoasih Desa Bumiharjo Kecamatan Glenmore Kabupaten Banyuwangi. Candi bermotif Prambanan itu digarap selama 132 hari dengan dana Rp 150 juta. Diresmikan pada 11 Agustus 2002.
Piodalan diikuti sekitar 400 umat Hindu dari 50-an pura di Banyuwangi. Acara diawali dengan mendak tirta dari sumber Banyu Urip KPH Perhutani Banyuwangi Barat sejauh 300 meter utara Candi Agung Gumuk Kancil. Selanjutnya iring-iringan mendak tirta tiba di Candi Agung Gumuk Kancil, dilanjutkan dengan gunungan, yakni mengelilingi candi tiga kali. Saat acara gunungan berlangsung, umat Hindu yang ingin mengikuti sembahyangan mulai berdatangan sehingga dalam waktu singkat, pelataran Candi Agung Gumuk Kancil dipadati warga berpakaian serba putih.
Ketua Panitia Pembangunan, mengatakan padatnya pelataran Candi Agung Gumuk Kancil saat piodalan cukup dimaklumi mengingat kawasan tersebut merupakan persinggahan Maha Rsi Markendya, sebelum melanjutkan perjalanan ritualnya ke Bali. Bahkan di kawasan kaki Gunung Raung ini, Maha Rsi Markendya sempat mendirikan pasraman dengan murid-murid dari wong aga.
“Dari Gunung Raung, beliau melanjutkan ke Bali. Di Bali, beliau menanamkan panca datu sebagai cikal bakal Pura Agung Besakih. Dari kronologis ini kami melihat perlunya dibangun candi di sini untuk mengenang dan meneladani keimanan beliau,” jelas Ketua Panitia Pembangunan.
Candi yang berdiri di lahan seluas 25 are itu dilengkapi dengan arca Maha Rsi Markendya, Ciwa dan Budha. Semuanya berbahan baku batu merapi. Selain itu juga ada bale pawedan, tempat sesajen dan senderan. Bangunan fisik ini menelan dana Rp 112 juta, sedangkan biaya upacara mencapai Rp 38 juta.
Batu yang digunakan di Candi Agung Gumuk Kancil diusung dari Gunung Agung Bali dan Muntilan, Jawa Tengah. Jenis batu dari Gunung Agung adalah andesit. Batu tersebut sengaja didatangkan dari Bali dan Jateng, dengan maksud menyatukan kembali tali perkawinan putri Gunung Agung dengan putra Jawa Tengah. Selain itu, dengan perpaduan ini pihaknya ingin mengembalikan sejarah perjalanan ritual Maha Rsi Markendya yang dimulai dari Jawa menuju Bali. Sangat tepat kalau candi ini menjadi simbol persatuan Jawa-Bali. Candi Agung Gumuk Kancil sengaja bermotif Prambanan karena Prambanan dikenal sebagai candi terbesar umat Hindu. Aplikasi batu Jawa Bali dipadukan dengan motif Prambanan.
Rsi Markandeya dalam pengarcaannya diwujudkan dengan sosok berdiri tegak berukuran 120 x 60 x 50 cm, berjenggot panjang memegang kendi, dengan tongkat kepala naga bersandar. Makna-makna yang tersirat dari arca ini adalah bagi mereka yang melaksanakan disiplin spiritual pemujaan melalui proses sampradaya antara nabe dan sisya akan terbentuk karakter berbudi luhur. Kendi akan mengalirkan kelinuwihan bagi mereka yang meyakini jejak dharma yatra Rsi Markandeya, tongkat akan membuka memberi petunjuk arah kemahasucian.
Pengarcaan Siwa-Budha/Tri Murti (Brahma, Wisnu, Siwa) yang bermakna utpeti, stiti, pralina sebagai satu kesatuan sosok diwujudkan dengan sikap darma cakra prawartana mudra. Bagian puncak dibentuk dengan susunan batu tiga tingkatan. Ketinggian candi seluruhnya 9 meter, dibuat dari bahan batu andesit dari Gunung Merapi, kecuali puncak (mahkota) candi disusun dengan batu dari Gunung Agung.
Penggunaan dua jenis batu yang berbeda ini salah satunya didasarkan atas tingkat kesucian bahan. Bagian puncak candi juga dilengkapi dengan keris sepanjang sekitar 30 cm dilapisi emas, tembaga, dan nikel sebagai penangkal petir. Secara keseluruhan candi ini dikerjakan oleh tukang candi yang sudah sangat berpengalaman di bidang percandian yaitu Dulkamid Jayaprana dari Dusun Multilan Jawa Tengah, sekitar 10 km sebelum Candi Borobudur dari arah Yogyakarta.
Tinggi candi dan diameter dasar adalah 5 meter. Panjang Nandini 58 cm, duduk di atas bebaturan dengan dua roda pedati. Ada relief di bagian samping kiri-kanan dan belakang yang merupakan modifikasi dari Candi Tebing Tegallinggah Tampaksiring. Di bagian depan dilengkapi dengan Makara Singa, tanpa Bedawang Nala. Bahan candi adalah satu andesit dari Gunung Merapi, kecuali puncak (mahkota) dari batu andesit Gunung Agung


sekian tadi sedikit pengalaman saya tentang mencari kitab suci disebrang pulau, maaf jika ada salah kata , karena tidak ada yang sempurna di dunia ini

jangan lupa like & komentar kawan





Komentar

  1. sun go kong nya ketemu kak?

    nice bro

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum kak, pesawatnya Delay πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Hapus
  2. Menarik banget.. Jadi pengen kesana

    BalasHapus
  3. Kesana sekali-sekali buat menyegarkan diri :)

    BalasHapus

Posting Komentar