MAKALAH AKULTURASI DAN BUDAYA ISLAM DI INDONESIA


hallo kawan,
Salam sejahtera bagi kita semua

 Pada kesempatan kali ini,  saya akan membahas makalah akulturasi dan budaya di indonesia

check it out



AKULTURASI DAN BUDAYA ISLAM DI INDONESIA



Nama      : PANDE PUTU ARIANA GUNAWAN
Kelas       : X MS 5
No           : 36












Tahun ajaran 2016/2017


KATA PENGANTAR

Sebelumnya kami mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya kepada kami , sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.
Ucapan terima kasih dan puji syukur kami sampaikan kepada Allah dan semua pihak yang telah membantu kelancaran, memberikan masukan serta ide-ide untuk menyusun makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memenuhi kewajiban saya Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu Saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.


                                                                                                                                     Januari  2017

                                                                                                                       
                                                                                      Penyusun,






i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………... i
DAFTAR ISI……………………………………………………………………................ ii

BAB I :…………………………………………………………………………............... 1
PENDAHULUAN……………………………………………………………..... 1
LATAR BELAKANG...………………………………………………….……….1
RUMUSAN MASALAH………………………………………………………... 1
          TUJUAN PENULISAN……………………………………………………………... 1
BAB II :
PEMBAHASAN……………………………………………………………….........2
SENI BANGUNAN …………………………………………………………….…. 2
SENI RUPA……………………………..……………………………………….…. 3
AKSARA DAN SENI SASTRA….…………………………………………….….  3
            SISTEM PEMERINTAHAN….……………………………………………….…… 4
            SISTEM KALENDER……..………………………………………………….……. 4
BAB III : ………………………………………………………………………………......... 5
PENUTUP……………………………………………………………………..……. 5
KESIMPULAN DAN SARAN…………………………………………………...… 5

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………......................     6











ii
BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Jauh sebelum masuknya kebudayaan Islam di Indonesia, masyarakat Indonesia sudah mengenal/memiliki budaya cukup maju. Unsur kebudayaan asli Indonesia telah tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat yang disebut dengan “local genius” (kecakapan suatu bangsa untuk menerima unsur kebudayaan asing dan mengolahnya sesuai dengan kepribadian bangsa).
Masuknya kebudayaan Islam di Indonesia tidak diterima begitu saja tapi pengaruh budaya Islam ke Indonesia telah membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia.
B.     RUMUSAN MASALAH
Untuk mengetahui tujuan pembahasan tentang akulturasi di Indonesia, maka sebagai perumusan dan penyusunan adalah:
1.    Bidang apa saja yang mendapat pengaruh dari budaya Islam?
2.    Bagaimana cara mengidentifikasi perpaduan tradisi lokal, Hindu-Budha dan Islam?
C.    TUJUAN PENULISAN
Suatu kegiatan akan lebih bermanfaat jika dalam pembahasan ini mempunyai tujuan antara lain:
1.    Untuk menambah pengetahuan tentang bentuk kebudayaan yang mendapat pengaruh  Islam
2.    Untuk memperluas pengetahuan tentang bentuk akulturasi budaya di Indonesia.
3.    Untuk mengetahui proses interaksi kebudayaan Indonesia dengan kebudayaan  Islam.




















1
BAB II
PEMBAHASAN

Sebelum Islam masuk dan berkembang, Indonesia sudah memiliki corak kebudayaan yang dipengaruhi oleh agama Hindu dan Budha. Dengan masuknya Islam, Indonesia kembali mengalami proses akulturasi (proses bercampurnya dua (lebih) kebudayaan karena percampuran bangsa-bangsa dan saling mempengaruhi), yang melahirkan kebudayaan baru yaitu kebudayaan Islam Indonesia.Masuknya Islam tersebut tidak berarti kebudayaan Hindu dan Budha hilang. Bentuk budaya sebagai hasil dari proses akulturasi tersebut, tidak hanya bersifat kebendaan /material tetapi juga menyangkut perilaku masyarakat Indonesia.
1.Seni Bangunan
Wujud akulturasi dalam seni bangunan dapat terlihat pada bangunan masjid, dan makam. Contohnya Masjid Aceh di AcehMasjid adalah tempat ibadahnya orang Islam. Di Indonesia, istilah masjid biasanya menunjuk pada tempat untuk menyelenggarakan shalat jumat.
Masjid di Indonesia pada zaman madya biasanya mempunyai cirri khas tersendiri, diantaranya :
1.    Atapnya berbentuk “atap tumpang” yaitu atap bersusun. Jumlah atap tumpang itu    selalu ganjil,  3 atau 5 seperti di Jawa dan Bali pada masa Hindu.
2.      Tidak adanya menara. Pada masa itu masjid yang mempunyai menara hanya masjid Banten dan masjid Kudus.
3.      Biasanya masjid dibuat dekat istana, berada di sebelah utara atau selatan. Biasanya didirikan di tepi barat alun-alun. Letak masjid ini melambangkan bersatunya rakyat dan raja sesama makhluk Allah. Selain di alun-alun, masjid juga dibangun di tempat-tempat keramat, yaitu makam wali, raja atau ahli agama.
Bentuk perkembangannya sesuai dengan perkembangan zaman. Sekarang kebanyakan masjid atasnya berbentuk kubah dan ada menara, ini merupakan pengaruh dari Timur tengah dan India.Selain bangunan masjid, bentuk akulturasi juga terlihat dari makam, seperti Makam Sendang Duwur 

Ciri-ciri dari wujud akulturasi pada bangunan makam terlihat dari:
a. makam-makam kuno dibangun di atas bukit atau tempat-tempat yang keramat.
b. makamnya terbuat dari bangunan batu yang disebut dengan Jirat atau Kijing, nisannya juga terbuat dari batu.
c. di atas jirat biasanya didirikan rumah tersendiri yang disebut dengan cungkup atau kubba.
d. dilengkapi dengan tembok atau gapura yang menghubungkan antara makam dengan makam atau kelompok-kelompok makam. Bentuk gapura tersebut ada yang berbentuk kori agung (beratap dan berpintu) dan ada yang berbentuk candi bentar (tidak beratap dan tidak berpintu).
e. Di dekat makam biasanya dibangun masjid, maka disebut masjid makam dan biasanya makam tersebut adalah makam para wali atau raja. Contohnya masjid makam Sendang Duwur.

2
2. Seni Rupa
Tradisi Islam tidak menggambarkan bentuk manusia atau hewan. Seni ukir relief yang menghias Masjid, makam Islam berupa suluran tumbuh-tumbuhan namun terjadi pula Sinkretisme (hasil perpaduan dua aliran seni logam), agar didapat keserasian, misalnya ragam hias. ditengah ragam hias suluran terdapat bentuk kera yang distilir.
3. Aksara dan Seni Sastra
Tersebarnya agama Islam ke Indonesia maka berpengaruh terhadap bidang aksara atau tulisan, yaitu masyarakat mulai mengenal tulisan Arab, bahkan berkembang tulisan Arab Melayu atau biasanya dikenal dengan istilah Arab gundul yaitu tulisan Arab yang dipakai untuk menuliskan bahasa Melayu tetapi tidak menggunakan tanda-tanda a, i, u seperti lazimnya tulisan Arab. Di samping itu juga, huruf Arab berkembang menjadi seni kaligrafi yang banyak digunakan sebagai motif hiasan ataupun ukiran.Sedangkan dalam seni sastra yang berkembang pada awal periode Islam adalah seni sastra yang berasal dari perpaduan sastra pengaruh Hindu – Budha dan sastra Islam yang banyak mendapat pengaruh Persia.
Dengan demikian wujud akulturasi dalam seni sastra tersebut terlihat dari tulisan/aksara yang dipergunakan yaitu menggunakan huruf Arab Melayu (Arab Gundul) dan isi ceritanya juga ada yang mengambil hasil sastra yang berkembang pada jaman Hindu.
A. Bentuk seni sastra yang berkembang adalah:
1. Hikayat yaitu cerita atau dongeng yang berpangkal dari peristiwa atau tokoh sejarah. Hikayat ditulis dalam bentuk peristiwa atau tokoh sejarah. Hikayat ditulis dalam bentuk gancaran (karangan bebas atau prosa). Contoh hikayat yang terkenal yaitu Hikayat 1001 Malam, Hikayat Amir Hamzah, Hikayat Pandawa Lima (Hindu), Hikayat Sri Rama (Hindu).
2. Babad adalah kisah rekaan pujangga keraton sering dianggap sebagai peristiwa sejarah contohnya Babad Tanah Jawi (Jawa Kuno), Babad Cirebon.
3. Suluk adalah kitab yang membentangkan soal-soal tasawwuf contohnya Suluk Sukarsa, Suluk Wijil, Suluk Malang Sumirang dan sebagainya.
4. Primbon adalah hasil sastra yang sangat dekat dengan Suluk karena berbentuk kitab yang berisi ramalan-ramalan, keajaiban dan penentuan hari baik/buruk.
Bentuk seni sastra tersebut di atas, banyak berkembang di Melayu dan Pulau Jawa.
Kedatangan Islam ke Indonesia membawa pengaruh cukup besar bagi kebudayaan Indonesia. Tetapi bukan berarti menghapus semua yang ada sebelumnya. Misalnya, kesenian wayang yang telah ada sebelum kedatangan Islam. Bahkan wayang ini digunakan para wali untuk menyebarkan agama Islam.
3
4. Sistem Pemerintahan
Dalam pemerintahan, sebelum Islam masuk Indonesia, sudah berkembang pemerintahan yang bercorak Hindu ataupun Budha. Tetapi setelah Islam masuk, maka kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu/Budha mengalami keruntuhannya dan digantikan peranannya oleh kerajaan-kerajaan yang bercorak Islam seperti Samudra Pasai, Demak, Malaka dan sebagainya.
Sistem pemerintahan yang bercorak Islam, rajanya bergelar Sultan atau Sunan seperti
halnya para wali dan apabila rajanya meninggal tidak lagi dimakamkan dicandi/dicandikan tetapi dimakamkan secara Islam.

5. Sistem Kalender
Sebelum budaya Islam masuk ke Indonesia, masyarakat Indonesia sudah mengenal Kalender Saka (kalender Hindu) yang dimulai tahun 78M. Dalam kalender Saka ini ditemukan nama-nama pasaran hari seperti legi, pahing, pon, wage dan kliwon. Setelah berkembangnya Islam Sultan Agung dari Mataram menciptakan kalender Jawa, dengan menggunakan perhitungan peredaran bulan (komariah) seperti tahun Hijriah (Islam).
-nama bulan yang digunakan adalah 12, sama dengan penanggalan Hijriyah (versi Islam). Demikian pula, nama-nama bulan mengacu pada bahasa bulan Arab yaitu Sura (Muharram), Sapar (Safar), Mulud (Rabi’ul Awal), Bakda Mulud (Rabi’ul Akhir), Jumadilawal (Jumadil Awal), Jumadilakir (Jumadil Akhir), Rejeb (Rajab), Ruwah (Sya’ban), Pasa (Ramadhan), Sawal (Syawal), Sela (Dzulqaidah), dan Besar (Dzulhijjah). Namun, penanggalan hariannya tetap mengikuti penanggalan Saka karena penanggalan harian Saka saat itu paling banyak digunakan penduduk Kalender Sultan Agung tersebut dimulai tanggal 1 Syuro 1555 Jawa, atau tepatnya 1 Muharram 1053 H yang bertepatan tanggal 8 Agustus 1633 M.
Selain akulturasi budaya, Islam juga berpengaruh bagi Indonesia di bidang bahasa dan juga di bidang pendidikan.
















4
 BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan makalah diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa Pada masa kedatangan dan penyebaran Islam di Indonesia terdapat beraneka ragam suku bangsa, organisasi pemerintahan, struktur ekonomi, dan sosial budaya. Suku bangsa Indonesia yang bertempat tinggal di daerah-daerah pedalaman, jika dilihat dari sudut antropologi budaya, belum banyak mengalami percampuran jenis-jenis bangsa dan budaya dari luar, seperti dari India, Persia, Arab, dan Eropa. Struktur sosial, ekonomi, dan budayanya agak statis dibandingkan dengan suku bangsa yang mendiami daerah pesisir. Mereka yang berdiam di pesisir, lebih-lebih di kota pelabuhan, menunjukkan ciri-ciri fisik dan sosial budaya yang lebih berkembang akibat percampuran dengan bangsa dan budaya dari luar..
   
































5
DAFTAR PUSTAKA

https://indonesianto07.wordpress.com/2008/11/09/perkembangan-dan-akulturasi-islam-di-indonesia/
http://amaholugeneration.blogspot.com/2015/06/akulturasi-kebudayaan-islam-di.html


















                                                                                                                6



Jangan lupa like dan komentar guyss

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencari kitab suci di sebrang

Pizza manis buat yang manis